Senin, 22 Januari 2018

SEJARAH LAHIRNYA KABUPATEN PUNCAK JAYA BAGIAN III



Sejarah Lahirnya Kabupaten Puncak Jaya
Oleh: Neson Elabi

 gbr: Peta Kabupaten Puncak Jaya (sumber: pelangihitam.blogspot.com)

Sebelum berdiri sendiri, wilayah Kabupaten Puncak Jaya merupakan bagian dari Daerah Tingkat II Paniai yang kini dikenal sebagi Nabire. Perjuangan pembentukan Puncak Jaya sebagai sebuah kabupaten merupakan buntut dari pelayanan pembangunan yang tidak dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah tersebut, dibandingkan dengan masyarakat pesisir. Hal ini diakibatkan oleh akses yang yang sangat sulit. Pemekaran kabupaten Puncak Jaya ini dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan, dan didukung oleh data akurat, serta keinginan masyarakat yang begitu besar, sehingga Pemerintah Pusat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1996 tanggal 13 Agustus 1996, menyatakan Puncak Jaya  layak dimekarkan menjadi sebuah Kabupaten. 

Tanggal 8 Oktober 1996 adalah hari yang tidak bisa dilupakan. Maklum saja saat itu lapangan Mandala Jayapura, bersama ribuan orang menjadi saksi sejarah lahirnya kabupaten baru tersebut. Menteri Dalam Negeri Yogi S. Memed ketika itu meresmikan dan melantik Drs. Ruben Ambraw, sebagai bupati pertama kabupaten Puncak Jaya. Saat era Drs. Ruben Ambraw, Beberapa hal penting yang dilakukan pada saat itu seperti pembentukan 5 Sub Dinas, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat yaitu Sub Dinas PU, Sub Dinas Kesehatan, Sub Dinas Petanian, Sub Dinas Pendapatan Daerah dan Sub Dinas P dan K.
infrastuktur jalan yang menghubungkan Mulia-Ilu-Jayawijaya-Tolikara, sementara di bidang Pemerintahan dilakukan pemekaran desa dari 102 desa menjadi 147 desa/kampung.
Setelah era Ambraw muncul Drs. Philipus Andreas Coem. Pada saat itu ditandai dengan lahirnya DPRD Kabupaten Puncak Jaya, berdasarkan hasil pemilu tahun 1999, bersama dengan peresmian gedung kantor Bupati Puncak Jaya Pagaleme Mulia oleh Pejabat Gubernur Provinsi Irian Jaya Musiran Darmosuwito.

Tanggal 5 Juli 2001 DPRD Kabupaten Puncak Jaya untuk pertama kali melakukan pemilihan Bupati/Wakil Bupati Puncak Jaya bertempat di Aula gedung GIDI Mulia dimana saat itu terpilih pasangan Drs. Elieser Renmaur dan Lukas Enembe, S.IP, DIP, CL sebagai Bupati/Wakil Bupati Puncak Jaya periode 2001-2006, dengan Drs. Henok Ibo Sekretaris Daerah. Pada era kepemimpinan inilah disusun konsep pembangunan Puncak Jaya yang lebih terarah, terencana dan terpadu yang dikemas dalam "Pola Dasar Pembangunan Kabupaten Puncak Jaya 2001-2005", dengan visi: "Terbukanya isolasi alam untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Puncak Jaya yang lebih berkualitas dalam pendidikan, kesehatan, dan perekonomian". Selain itu juga ditandai dengan lahirnya lambang Kabupaten, serta pembangunan RSUD Mulia, dan pembentukan Polres Persiapan Puncak Jaya pada tahun 2004. Tahun 2007 Enembe kembali maju sebagai calon bupati Puja, berpasangan dengan Henok Ibo, yang akhirnya terpilih setelah menang mutlak. Hingga Lukas dan Ibo memimpin Puncak Jaya 2007-2012. Salah satu kebijakan yg diambil adalah adanya anggaran untuk para gembala geraja. Selanjutnya dari tahun 2012-2017 Henok ibo dan Yustus Wonda memimpin Puncak Jaya. Di  era ibo dan Yustus ini, berbagai pembangunan dilakukakan, seperti pasar kota baru, kodim, serta pos-pos tentara di beberapa titik. Juga membuka jalan baru di Gunung Kumi paga. Kini pemilihan sudah terpilih Yuni dan Deynas sebagai bupati periode 2017-2021. Puncak Jaya saat ini terbagi dalam 26 distrik, yairu sebagai berikut:

1.      Dagai
2.     Dokome
3.     Fawi
4.     Gubume
5.     Guragi
6.     Ilambutawi
7.     Ilu
8.     Irimuli
9.     Kalome
10.   Kiyage
11.    Lumo
12.   Mewoluk
13.   Molonikime
14.   Muara
15.   Mulia
16.   Nioga
17.   Nume
18.   Pageleme
19.   Taganombak
20.   Tingginambut
21.   Torere
22.   Waegi
23.   Wanwi
24.   Jambi
25.   Yamo
26.   yamoneri

Bupati yang pernah jabat kabupaten Puncak Jaya..
1.     Drs. Ruben Ambraw 1996-2000 (4 Tahun)
2.    Drs. Philipus Andreas Coem 2000-2001 (1 Tahun)
3.     Drs. Eliezer Renmaur dan Lukas Enembe 2001-2006 (5 Tahun)
4.    Karateker 2006-2007
5.    Lukas Enembe dan Henok Ibo 2007-2012 (5 Tahun)
6.    Henok Ibo-Yustus Wonda 2012-2017 (5 Tahun)
7.    Yuni Wonda dan Deynas Geley, 2017-?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar