Sejarah Puncak
Jaya “Mulia” (Yamo) Era Missionaris)
Oleh: Neson Elabi
Oleh: Neson Elabi
Gbr: Foto RS.IMMANUEL Mulia (Sumber: Allah Wone To Panoramio.com)
Pada tanggal 5 Juni 1957, pesawat MAF (Mission Aviation Fellowship) pertama kali mendarat di Swart Valley ( sekarang disebut Karubaga Wilayah Toli),
Lalu pada bulan Agustus 1958, tiga orang missionaris dari UFM : Ralph
Maynard (Tuan Mener) , Bert Power dan Leon Dillinger (Tuan
Telenggen ) berjalan kaki dari
Karubaga menuju ke daerah Yamo dan
membuka lapangan terbang di Mulia. Pesawat pertama mendarat di Mulia pada
12 Oktober 1958, dan kemudian pada 1960 membuka lapangan terbang di Ilu. Selain
membuka lapangan terbang, mussionaris mulai membangun infrastruktur dasar
seperti jalan-jalan kserta jembatan ke setiap pelosok, seperi ke Yamo,
Yambi-sinak, Guragi-ilu, serta jembatan gantung seperti Jembatan kali Guragi,
Jembatan Kali Jambi, Jembatan Kali Sinak, Jembatan kali Muliambut, kali Yamo dn
beberapa lainnya. Serta membangun RS. IMMANUEL Mulia.
Setelah membuka pos-pos penginjilan dan mengabarkan
injil, maka diadakanlah baptisan pertama sebagai hasil dari Badan Misi UFM,
RBMU dan APCM di wilayah Bogondini, Kelila, Karubaga, Mamit, dan Yamo.
Orang-orang yang percaya dan dibaptis pertama dari wilayah tersebut yakni, dari Wilayah
Kelila sebanyak 9 Orang yang dibaptis pada 29 Juli 1962, yaitu:
§ Ki’Marek Karoba
dan Istrinya
§ Lawingga Yikwa
§ Yiyawon Yikwa
§ Lararep Wanimbo
§ Nu’nuk Pagawak
§ Yabingga Yikwa
§ Wuluwarek Yikwa
§ Ugwa Kogoya
Dari wilayah Bogondini sebanyak 15 Orang yang dibaptis
pertama pada tanggal 16 September 1962. Dari wilayah Karubaga Orang yang
pertama mengaku dosa dan dibaptis pertama
pada tanggal 24 Februari 1963. Dari wilayah Kanggime sebanyak 21 Orang dibaptis.
Selanjutnya Dari wilayah Mamir (Mamit) 13 Orang yang pertama mengaku dosa.
kemudian dar wilayah Yamo (Mulia)
orang-orang yang pertama dibaptis pada 14 Juli tahun 1963 sebanyak 13 orang,
yaitu:
·
Wogoriya’Mban dan istrinya Aligiyok Wonda
·
Nggemende dan istrinya Komonugwe
·
Mbarit dan istrinya
·
Nggirinok Elabi
·
Tibenok Enumbi
·
Nggewone Enumbi
·
Ondowa Elabi
·
Ki Eeri’mban Tabuni
·
Nggun Wanena
·
Ogo’ma Wonda
Perkembangan misi terus berkembang, semakin hari
semakin banyak yang percaya kepada Kristus dan dibaptis. Hal ini membuat
dibutuhkanlah semakin banyak pengajar
asli daerah untuk mengajar dan
memberitakan injil di pelosok-pelosok pengunungan Papua .
Maka didirikanlah sekolah alkitab di Aagobaga-Ilu, Sehingga orang-orang dari
Ilugwa-Wolo, Kelila, Bogondini, Ilu dan Mulia datang belajar di sekolah ini.
Sekolah ini diajar oleh Tuan Dilingger (Tuan Telenggen) serta istrinya serta
dibantu oleh Tuan Scovil (Tuan Kobo) dan istrinya. Angkatan Pertama
sekolah alkitab ini dibuka pada tahun 1964 dan penamatan angkatan pertama pada
tahun 1967. Namun setelah 2 Tahun, sekolah alkitab yang di Ilu dipindahkan ke
Mulia. Disinilah orang-orang datang belajar alkitab dalam bahasa Lani. Setelah
lulus angkatan pertama, Tuan Dilingger melatih lagi beberapa orang lulusan
pertama untuk mengajar lagi sebagai guru di sekolah Alkitab Mulia.
Dengan
semakin majunya zaman, UFM berpikir
bahwa tidak cukup jika lulusan hanya dari sekolah Alkitab Mulia, maka
dikembangkanlah Sekolah Alkitab dan Kejuruan di Irian Jaya (SAKIJ) dalam bahasa Indonesia di Sentani. Kemudian
dibangun lagi STAKIN yang setara dengan SMA, dan kemudian dibangun lagi Sekolah
Tinggi Theologi –Gereja Injili di Indonesia (STT-GIDI) di Sentani. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar