Sabtu, 11 Juli 2015

IPMAPUAJ KORWIL MALNG GELAR RAKER PERTAMA


IPMAPUJA KORWIL MALANG GELAR RAKER PERTAMA


BUKAN SAYA, TAPI KAMI”, itulah kata kunci yang disampaikan oleh Benny Yoman dalam sambutannya kepada generasi penerus organisasi Ikatan Pelajar dan mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA) dalam Rapat Kerja Korwil tahun 2015. Dalam sambutanya Benny Yoman selaku Pendiri organisasi dan juga senioritas menekankankan kepada generasi penerus organisasi, bahwa berorganisasi adalah hal yang wajib diikuti oleh generasi penerus Puncak Jaya sebagai wadah pembentukan karakter pemimpin. Organisasi bukan hal yang tak biasa, namun berorganisasi adalah hal yang mutlak dalam dunia sosial. untuk memimpin hal-hal yang kecil hingga yang besar harus dipelajari dalam organisasi.
Selain itu abang yang juga sebagai senioritas dan mantan ketua Ikatan Pelajar dan mahasiswa Pucak jaya (IPMAPUJA) itu menyampaikan, “untuk memimpin sebuah organisasi, harus mematikan ego diri, dan mengutamakan kepentingan  organisasi”, beliau menekankan bahwa, untuk memimpin sebuah organisasi bukan memakai kata” saya” tapi “kami” untuk mewujudkan suatu kinerja yang memuaskan. Jika memakai kata “saya” maka pemimpin tersebut akan mematikan kepentingan bersama, lanjut abang yang sedang menempuh perkuliahan bahasa asing di salah satu kampus di kota Apel itu.
Rapat Kerja Korwil IPMAPUAJ itu berlangsung singkat dimulai dari pemaparan Program  kerja utama oleh BPH-IPMAPUJA terpilih, yaitu Yunison Wonerengga. Dalam program kerjanya, pria yang menempuh  perkuliahan di Universitas Brawijaya Malang tersebut memaparkan program utama bagi lima bidang, diantaranya yaitu; Bidang Pendidikan dan Penalaran, Kerohanian, Bidang Minat dan Bakat, bidang Hubungan Masyarakat, dan Bidang Publikasi dan Dokumentasi.
Dalam sambutannya, ketua korwil IPMAPUJA menekankan bahwa pentingnya implementasi dari setiap program-program yang sudah disusun oleh setiap bidang. Karena yang melaksanakan program tersebut adalah bidang –bidang tersebut, bukan orang lain, maka kerja sama dan jaring komunikasi menjadi factor utama dalam implementasi program kerja yang sudah disusun.
Setelah penyampaian program kerja serta sambutan dari setiap perwakilan, acara dilanjutkan dengan santap makan siang.


Selasa, 02 Desember 2014

Wakawok Kunume: Anak-Anak SMP-SMA Kristen Setia Budi Malang Lestarikan Budaya Bakar Batu Dari Pulau Jawa

Sekilas Tentang Kata
“Wakkaawok ”


          Wakkaawok  berasal  dari  salah
satu  kata  keterangan  Jamak
dalam  bahasa  Dani  (Lani  Wone).  Kata
Wakkawok    terdiri  dari  dua  kata  yaitu,
kata “Wakka” yang artinya saya mencoba
( Try, igg),  dan kata “ Awok” atau “ Abok/
Apit”  yang  artinya  Semua.  Maka,
Wakkaawok  berarti  kita  semua  mencoba.
bukan semua kita mencoba. Artinya bahwa
kita  semua  mencoba  untuk  belajar  yang
orang  lain  bisa.  kenapa  orang  lain  pintar,
kita  tidak,  kenapa  orang  lain  bisa  main
gitar,  piano,  dll,  sedangkan  kita  tidak,
kenapa  orang  lain  bisa  memimpin
daerahnya  sendiri,  sedangkan  kita  tidak,
kenapa  orang  lain  bisa  melakukan  banyak
hal,  sedangkan  kita  tidak?  Semua
pertanyaan ini muncul dalam benak Penulis
di  tanah  rantauan.  Maka  tidak  ada
salahnya  jika  kita  semua  mencoba  untuk
belajar  semua  hal  yang  kita  bisa,  selama
kita berada di tanah  rantauan ini, karena
ada  pepatah  yang    mengatatakan:
“Setinggi-tingginya  Bangau terbang,  pasti
hinggapnya di kekubangan.
Kemanapun  seseorang  pergi  merantau,
pasti akan kembali ke tanah asalnya”
Seseorang akan  mengatakan “saya
tidak  tau  atau  tidak  bisa  melakukan  ini
dan  itu  karena  sebelumnya  ia  belum
pernah  mencoba  untuk  melakukakannya.
Maka  tidak  ada  salahnya  jika  kita
mencoba untuk mengejar impian yang ada
di benak kita.
Dari kata wakkaawok inilah, penulis
dan kawan –  kawan menjadikannya sebagai
sebuah nama yaitu

“ Wakkaawok Kunume”

Sabtu, 29 November 2014

Anak-Anak SMP-SMA Kristen Setia Budi Malang Lestarikan Budaya Bakar Batu Dari Pulau Jawa

BUDAYA BARAPEN TETAP BERJALAN WALAUPUN SEKOLAH DI TANAH JAWA

Anak -anak Puncak Jaya yang sekolah di SMP-SMA Kristen Setia Budi Malang  Jawa Timur tetap memanfaatkan waktu liburannya untuk menggelar acara barapen atau bakar batu. anak -anak ini memakai waktu liburan mereka untuk menggelar budaya yang diwariskan nenek moyang mereka. acara bakar batu digelar untuk melestarikan sekaligus sebagai salah satu kewajiban generasi penerus sebagai pewaris budaya leluhur. Upacara barapen berlangsung dibelakang halaman asrama sekolah.

Herannya, dalam upacara barapen ini anak-anak asli jawa juga ikut berbagian atau partisipasi baik itu dalam proses barapen berlangsung atau dalam santap bersama hasil barapen (bakar batu). bukan hanya itu, anak-anak yang berasal dari Nias, Sumatera Utara pun ikut berbagian, lebih herannya lagi, anak-anak khususnya bukan anak-anak papua sudah bercakap satu-dua kata dalam Bahasa dani (Lani Wone). ini adalah salah satu kebanggan tersendiri bagi kita asli orang Papua karena tetap bisa melestarikan budaya leluhur dan nenek moyong kita.

salah seoarang guru sekalian Pembina asrama Kristen setia Budi Malang mengatakan yang berasal dari Pulau Nias Sumatera utara Mangaku:
" Makanan hasil bakar batu (barapen) sangat baik, karena tidak memakai bumbu-bumbu penngawet seperti pada umumnya, selain itu makanan hasil barapen mempunyai aroma yang khas"

Penilaian-penilaian positif yang datang dari Pihak Guru atau penduduk setempat membuat anak-anak ini semakin giat dan ikut berbagian dalam berbagai karnaval budaya yang dimeriakan dalam penyambutan bulan bahasa setiap tahun sekali. 
ini adala suatu kebanggaan dan motivasi bagi semua orang papua dimanapun berada tetap melestarikan dan mengimplementasikan nilai-nilai positif dari kebudayaan papua yang bisa dibagikan.


Foto-Foto Upacara Bakar batu:
 santai bersama, anak asli Jawa dan Papua


 Proses Bakar Batu


 Anak-anak Bukan dari Papua turut Berbagian dalam acara Barapen









 santap Bersama Hasil Barapen