Selasa, 12 Januari 2016

Berada Jauh Dari Sanak Saudara, Anak-Anak Ini Tetap Menyalin Silahturami Di Rantauan



MALANG..Wakkawok kunume, Natal Tahun Baru bersama sanak keluarga di kampung halaman adalah harapan dan impian semua anak-anak, namun apa kata yang bisa diucapkan  bagi mereka yang sanak saudaranya berada di belahan samudera atau Pulau  lain, hal inilah yang dialami oleh anak-anak sekolah yang berada di kota Apel, Malang.
Namun hal ini tidak menyurutkan niat anak-anak yang sudah 5 Tahun Merantau di negeri orang ini, untuk menggelar upacara barapen dalam rangka silahturami natal 2015, bersama teman-teman mereka yang lainya.

“kami sudah bertahun-tahun tidak pernah natal bersama orang tua dan sanak saudara , sejak kami sekolah disini dari tahun 2010, tapi kami percaya bahwa  orang tua dan sanak saudara selalu mendoakan yang terbaik buat kami disini, di hari natal ini ” kata Abenus Telenggen, salah seorang pelajar  saat di temui Penulis di lokasi Barapen pada desember 2015 Lalu.
“ Acara barapen ini kami buat sebagai silahturami natal bersama teman-teman kami yang datang dari kota Batu. Selain itu upacara Barapen adalah kebudayaan kami sendiri maka kita harus lestarikan walaupun kita berada jauh dari daerah Kami ”  kata laki-laki yang akrab disapah Abe.

 
 Foto saat Anak-anak Bakar Batu (Foto by Ilpit W)
 
Silahturami dan kumpul keluarga menjadi salah satu moment yang tidak terlupakan, apalagi bagi meraka yang merantau di Negeri Orang selama bertahun-tahun, silahturami dan kumpul keluarga menjadi salah satu moment berharga, karena saat berkumpul bersama, kita tersasa berada di Pangkuan di tanah Ibu pertiwi (NE/Wakkawok)

Rabu, 06 Januari 2016

Bayi yang Membawah Kasih Perdamaian: Natal IPMAPUJA se-Jawa dan Bali 2015




Malang, IPMAPUJA_“Dosa adalah akar permasalahan antara saudara dan saya, sehingga kita jauh dari Tuhan, namun melalui kelahiran Yesus kita adalah satu“
Ini disampaikan oleh Pdt. Arson Enumbi S.Th  dalam ibadah pembukaan Natal Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA)  se-Jawa dan Bali, pada senin 28/12/15.
Perayaan Natal dan Seminar dengan Tema “Kasih Allah Telah Dinyatakn Dalam Kelahiran Yesus Yang Membawah Pengharapan Baru”  dilaksanakan di Pondok Wisata Gunung Tabor, Tumpang Kabupaten Malang.  kegiatan Natal dan Seminar ini dihadiri sekitar 250 peserta yang dibuka oleh BPH IPMAPUJA Se-jawa, Tendison Geley.



Gbr: Foto Suasana saat Ibadah (foto By ILPIT W) 

Dalam sambutannya, Ketua  BPH IPMAPUJA se Jawa dan Bali mengatakan bahwa” kegiatan ini bukan se Mata-mata kegiatan rutinitas tahunan, namun lebih pada wadah silahturami keluarga besar IPMAPUJA se Jawa dan Bali dan wadah mempersatukan hati untuk membangun daerah”
Menurut kegiatan Natal ini berjalan tertip yang diawali dengan sambutan ketua Panitia, ketua Korwil, serta penyampaian Firman Tuhan (NE)



Kamis, 15 Oktober 2015

Hut 19 Tahun Kab. Puncak Jaya, IPMAPUJA Malang Gelar Doa Syukur & Diskusi Terbuka



Malang, Pentingkah Generasi Mudah Mengetahui sejarah lokal? Itulah topik diskusi yang diangkat oleh pelajar dan mahasiswa Puncak Jaya yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA) koorwil Malang di Sekretariat IPMAPUJA, Minggu,11/10/2015.



  Foto suasana diskusi terbuka di sekretariat IPMAPUJA Malang 11/10/2015

Doa syukur dan diskusi terbuka ini di selenggarakan dalam rangka memperingati Hut Kabupaten Puncak Jaya, yaitu pada tanggal 8 Oktober 2015. Acara Hut 19 tahun Kabupaten Jaya dihadiri oleh belasan pelajar SMP/SMA dan Mahasiswa dari kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur. Acara  berlangsung aman dan tertib yang dimulai dengan renungan Firman Tuhan bersama yang dipimpin oleh Pdt Ishak Surya. Setelah acara Pemberitaan Firman selesai, acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka.
Ini adalah diskusi terbuka yang kedua, setelah diskusi pertama pada Minggu, 27/9/15 lalu. Diskusi kedua ini kami memilih topik “Pentingkah Generasi Mudah mengetahui Sejarah Lokal” ini karena bersamaam dengan HUT kabupaten Kami. Dalam diskusi ini kami membahas tentang sejarah berdirinya Kabupaten Puncak Jaya hingga saat ini supayah adik-adik kami yang masih SMP/SMA bisa mengetahui sejarah daerahnya sendiri, kata ketua Korwil IPMAPUJA Malang, Yunison Wonerenga.
“Sejarah daerah  Penting, sejarah daerah  Mengajarkan kita suatu kepemimpinan yang telah berlalu, sejarah daerah menjadi tolok ukur untuk kita maju, orang yang mengetahui sejarah daerahnya akan memimpin daerahnya dengan dasar sejarah, namun generasi yang belum mengetahui sejarah daerahnya, orang lain akan datang memerintah, walaupun diatas tanah kita sendiri” pungkasnya.
Selain itu, Senioritas IPMAPUJA Malang, Adora Ribka Tabuni mengatakan “mengetahui sejarah Lokal adalah dasar bagi generasi mudah, namun lebih penting lagi adalah rasa saling menghargai dalam organisasi. Untuk kemajuan suatu organisasi harus ada rasa saling Menghargai terutama antara pria dan wanita, Karena di balik perjuangan seorang pemimpin laki-laki, ada seorang wanita yang menopangnya daribelakang” (Neson Elaby)

Sabtu, 26 September 2015