Selasa, 04 Juli 2017

4 Kata Sederhana Yang Akan Menilai Anda, Bagaimana Hidupmu Sebenarnya




Wakkawok Kunume_Hidup itu tidak seindah dengan kata-kata puitis yang kita ucapkan, juga tidak seburuk kata-kata perpisahan. Namun hidup yang sesungguhnya adalah bagaimana menjadi diri kita sendiri serta melangkah dan bertindak sejalan dengan apa apa yang terucap di mulut.
Berkaitan dengan kehidupan, kali ini penulis ingin membagikan makna kata-kata sederhana yang sering kali  pakai  dalam kehidupan kita. Kata ini terucap sederhana, namun kata ini akan membuat bagaimana sebenarnya hidup orang di dunia ini. Berikut 4 kata yang terucap sederhana tersebut:
1.  “Terima Kasih”
“Terima Kasih” kata ini tidaklah asing bahkan  hampir  menjadi ucapan setiap hari dari seseorang kepada orang lain ketika mendapat bantuan atau pertolongan dari seseorang. Orang akan anggap sopan atau baik kepada  orang lain,  jika orang tersebut berterima kasih  ketika mendapat pertolongan atau bantuan dari orang. Sebaliknya orang akan mencemoho atau kurang bijak kepada seseorang yang tidak pernah berterima kasih pada pemberian atau bantuan orang lain.
Jadi, marilah kita mulai belajar untuk selalu berterima kasih dari hal-hal yang kecil,  karena  jika  seorang  bersyukur dan hargai  dari  hal-hal kecil, maka hal-hal besar pun akan dia  hargai.

2.  “Tolong”
Tolong berikan buku ini kepada dia”, “ Tolong ambilkan bolpoint di meja saya”, dst, kalimat-kalimat semacam ini terdengar sangat sopan karena didahului dengan kata tolong. Namun akan tidak dihargai bahkan tidak sopan,  jika seseorang meminta bantuan seseorang namun  tidak ada selipan kata “tolong” dalam ucapannya, misalnya;
“ Berikan Bolpoin itu”
“ambilkan buku diatas meja saya”, dst.  Kalimat-kalimat  ini terdegar kurang sopan dibandingkan kalimat awal.

3.  “Permisi”
Kata “Permisi” memang terdengar sederhana, namun akan sangat sopan apa bila dipakai saat ingin bertanya pada seseorang tentang suatu alamat, ataupun ketika kita mendatangi rumah seseorang. Namun orang akan bilang kurang sopan bahkan dibilang “kapal kayu” kepada kita jika tidak minta permisi terlebih dahulu.

4.  “Maaf”
Kata yang terakhir adalah “Maaf”, kata yang hanya terdiri dari empat kata ini terdengar sederhana, bahkan gampang diucapkan namun agak sulit dilakukan. Kata maaf bisa mengubah permusuhan menjadi damai, benci menjadi iklas, bahkan musuh menjadi teman. Jika kita berani memaafkan orang yang yang bersalah kepada kita, disitulah awal perdamaian.    

Itulah empat kata yang terdengar sederhana, namun dapat menetukan bagaimana anda hidup di kehidupan anda. Marilah kita belajar dari hal yang kecil dan sederhana terdahulu, seperti  Mahatma Gandhi dikenal karena  kesederhanaan hidupnya, atau Nelson Mandela dikenal karena memahaafkan musuhnya. 

oleh:
Neson Elabi