Selasa, 11 Oktober 2016

Salam 20 Tahun Untuk-Mu, Puncak Jaya


Foto Kebersamaan Pelajar-Masiswa Surabaya dan Malang 2015


 Oleh, 
Anak-Anak Puncak Jaya dari Rantaun

 Bertahun-tahun sudah kami berada di negeri ini, sampai sekarang kami pun masih disini, di negeri ini, dan Kami pun tidak tahu sampai kapan kami berada disini?
Namun kami  percaya suatu saat   Engkau akan memanggil kami Pulang, dan kami pun berharap panggilan-Mu itu datang secepatnya dan Engkau menerima kami sebagai anak-anak-Mu yang pernah Engkau besarkan sendiri..

Namun apakah Engkau masih mengingat kami? kami yang Engkau besarkan dari kecil.
Kami pun lambat laun hampir melupakan-Mu..
Mungkin karena sudah lama kita berpisah, atau karena kini Engkau sudah bertambah usia, sehingga raut wajah-Mu mulai berubah?
Yang masih Kami ingat dari-Mu hingga sekarang adalah:
Kami pernah membuang pesawat kertas dari Nggirire put Paga..
Lebatnya hutan di Gunung Kumi Paga yang menambah sejuknya hawa dingin-Mu..
Bersihnya Kompleks Aula GIDI Mulia yang tertata rapi, yang membuat orang berdosa pun enggan melihat-Mu..
Segarnya mata air Nggirire yang menyeyukan jiwa kami, di saat kami pulang sekolah di kala itu..
itu yang masih kami ingat dari-Mu..
Dari-Mu kota Mulia..
Dari-Mu Puncak Jaya..
Kami berharap semua ini Baik-Baik saja..

Kini Engkau sudah menginjakkan usia-Mu yang ke-20 Tahun..
Sekarang Engkau bukan lagi anak-anak, Kini Engkau sudah dewasa..
Semoga Engkau baik-baik saja, di usia yang ke-20 ini..
Baik akan Masyarakat-Mu..
Baik akan Indahnya alam-Mu yang mempersona di bawah kaki gunung..
Baik akan sejuknya udara-Mu yang walau menusuk tulang, namun menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi mereka yang pernah mengunjungi-Mu..
Baik akan lebatnya hutan-Mu di Kumi Paga..
Baik akan Hijaunya Hutan-Mu yang membentang luas diatas puncak yang mempersona bagi para pelajah..
Baik akan masyarakat-Mu di pelosok balik gunung..
dan Kami berharap pembangunan-Mu sudah berjalan dan Masyarakat-Mu sudah aman..
Selamat Ulang Tahun dan Salam dari Kami yang berada dimana saja :) :)

8 Oktober 1996 - 8 Oktober 2016 

SELAMAT ULANG TAHUN KOTA KAMI TERCINTA, KOTA MULIA..
SELAMAT ULANG TAHUN PUNCAK JAYA..
SALAM DAN DOA   KAMI SELALU UNTUK-MU..

Senin, 19 September 2016

Saya Percaya, “Pemimpin Sejati adalah Mereka yang Lebih banyak Menciptakan Pemimpin Baru, Bukan Mereka yang Menciptakan Banyak Pengikut”

(Untaian Isi Hati Dari seseorang  Di Rantauan)

Ketika suatu siang, saya sedang mencari refrensi tugas di Internet, tiba-tiba muncul satu pemberitahuan di dinding Facebook saya, Ternyata pemberitahuan tersebut dari sala satu teman Facebook yang menandai statusnya di account facebook saya. Awalnya saya bermaksud untuk menghapus status yang menandai account facebook saya tersebut , karena saya sebenarnya tidak suka orang tandai (Tag)   foto atau statusnya di account saya. Ternyata orang yang menandai status tersebut  adalah orang yang dekat dengan saya, dia adalah junior saya di sala satu organisasi daerah (Orda)  yang kita ikuti bersama , dia juga adalah ade tingkat 4 tahun di bawah saya ketika saya SMA. Status tersebut berbunyi “Saya Percaya Pemimpin Sejati adalah Mereka yang Lebih Banyak Menciptakan Pemimpin Baru, Bukan Mereka yang Menciptakan  Banyak  Pengikut”. Ketika saya membaca status tersebut, saya terkesan dengan kata-kata yang ditulis oleh ade Tingkat saya, beliau  saat itu masih duduk di kelas XI SMA, sedangkan saya sudah kuliah  Semester V. Saya kagum dengan status tersebut, karena masih ada anak muda yang mempunyai pemikiran dan  pemahaman yang baik   tentang istilah "Pemimpin" di saat teman-teman seusianya menulis status alai di Account sosial media mereka.
Foto : Pemimpin Bukan Bos (Ilustrasi)

Status tersebut menandai beberapa orang yang saya kenal dekat di Organisasai Daerah (Orda), dengan  tanda  Hashtag (#) dengan kalimat “Terima kasih telah ajarkan kami”. Ketika sorenya saya bertanya kepadanya;
“ Maik, (Nama sapaanya) kam pu kata-kata bagus skali, kam dapat dari mana?”
“ kata-kata yang mana” dia Membalas?
“Kata-kata yang di status FB, too..” saya menjawab..
“ ooh..itu terinspirasi dari kegiatan kemarin” dia membalas..
“hhmm” saya terdiam dan meganggukan kepala..

Memang hari itu adalah tiga hari setelah Kegiatan Natal dan Seminar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak Jaya (IPMAPUJA) Se-Jawa dan Bali Tahun 2015. Kegiatan Natal dan Seminar IPMAPUJA se-Jawa dan Bali yang berlangsung 5 hari ( 28-01 januari 2016) kegiatan ini berlangsung aman dan lancar tanpa kekurangan apapun. Yang menjadi apresiasi adalah kepanitiaan kegiatan ini 85 % dari kepanitiaan   adalah Pelajar SMA dan SMP asal Puncak Jaya yang studi di Jawa Timur. Namun semangat dan rasa bertanggung Jawab mereka yang tinggi, sehingga kegiatan besar ini terselenggara tanpa bantuan dana dari “Pemerintah Daerah”,  (karena ada oknum yang memainkan atas nama Panitia),  namun hal ini tidak menjadi persoalan buat Kami (Panitia).

Namun hal yang membuat Kami (Panitia) menjatuhkan air mata adalah ketika tidak ada satu pun Perwakilan orang tua atau Pemerintah Puncak Jaya yang duduk di Bangku Undangan kami. Hanya janji belaka yang menggantikan keringat dan air mata Panitia yang kala itu tercucur  di Lampu Merah  Rantauan.

Tahun 2017 adalah Tahun politik, Tahun Demokrasi, Sekitar Puluhan lebih  pemilihan  kepala daerah serentak akan berlangsung di beberapa wilayah. Salah satunya adalah kabupaten Puncak Jaya. Di sisi lain peluang terjadinya konflik horizontal juga terbuka lebar, terutama daerah-daerah pengunungan di Papua. Puncak Jaya mempunyai peluang terjadinya konflik Horizontal akibat dari Pemilihan Kepala daerah serentak 2017. Hal ini disebabkan karena banyaknya Multi  putra daerah.

Kami ingin, Puncak Jaya Maju, satukan barisan bagi Pemimpin-pemimpin putra daerah yang telah mencalonkan. Unggulkan “Pemimpin yang menciptakan Pemimpin Baru, Bukan Pemimpin yang Mempunyai Banyak Pengikut”

Juga Senior-Senior dan Alumni dan Kaum intelektual Puncak Jaya, Khususnya Alumni dan Senioritas IPMAPUJA Se-Jawa dan Bali, Satukan Visi dan Tujuan. Kami tidak mau lagi kursi  Undangan Untuk orang Tua kosong lagi, kami tidak mau lagi ada keringat dan air mata jatuh di perempatan atau pertigaan lampu merah lagi, kami tidak mau  hanya janji palsu yang kami dapat. Itulah harapan kami dari rantauan. Kami tidak mau lagi merantau kedua kalinya di tanah Kami sendiri.
Salam Demokrasi …
Salam Damai…
_Satu Untuk Semua, Semua Untuk Satu_


Wa..wa..Kinawonak..

Minggu, 07 Agustus 2016

Sadarkah anda, Jika OAP dan Budaya Papua kini di Zona Merah??




Taukah Anda, Berapa Jumlah Suku yang terdapat di Papua?
Berapa Banyak Bahasa Daerah di Papua?
Berapa Jumlah Penduduk Orang Asli Papua Saat ini?

Sesuai Data sensus tahun 2000, Papua memiliki 312 Suku asli dengan Jumlah Penduduk orang  asli Papua  1.460.846  Jiwa. Namun memprihatinkan, karena ada beberapa suku yang jumlah penduduknya tidak lebih banyak dari 20 Jiwa, seperti suku Urundi, Pica, dan Nalca yang jumlah Penduduknya Hanya 4 jiwa, sedangkan suku dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Suku Biak-Numfor, Mafoorsch, Noefor 148.104 Jiwa, Suku Dani 147.978 Jiwa, sedangkan suku-suku lainnya masih dibawah kedua suku tersebut. (Sumber: Sensus Th 2000)

Sedangkan Papua memiliki 200an lebih  Bahasa Daerah dari 726 Bahasa daerah yang dimiliki Oleh Indonesia. Dari Jumlah Bahasa Daerah tersebut, 14 bahasa daerah di Indonesia  telah punah. Sementara, satu bahasa lagi hanya digunakan oleh satu orang dan dinyatakan nyaris musnah. Dari 14 Bahasa Tersebut, 2 diantaranya dari Papua, yaitu Bahasa Mapia dan Saponi. (sumber: www.antaranews.com/ Sabtu, 31 Oktober 2015 19:28 WIB

Pada  Tahun 2015 Jumlah Penduduk Papua mencapai 3.909.797, dari jumlah ini,  Penduduk Asli Orang Papua (OAP) hanya sekitar 1,3 Juta jiwa, dan sisanya  Pendatang (yang setiap tahunnya semakin bertambah),  atau OAP hanya 1, 6 % dari total jumlah penduduk Indonesia  yang ± 80 Juta Jiwa (Sumber : Bps Papua dan Papua Barat Th 2015)
Inilah kondisi Budaya OAP saat ini… Kondisi Budaya Orang-orang Berambut Keriting-berkulit hitam yang mendiami Pulau  timur Indonesia .. Apakah kita tetap membiarkan OAP dan Budayanya menuju Kepunahan?,
Membiarkan orang2 akan berkata “pernah ada orang-orang  yang berambut keriting dan berkulit hitam di Pulau ini, namun mereka telah Punah”  lewat kenangan sejarah?

Ini adalah Tentang Kita, Tetang Cara Hidup kita, Tentang Rambut dan Kulit Kita, tentang Bahasa Kita, Tentang Tanah Kita, Tentang anak-cucu dan Masa Depan Kita..
Jika kita lahir dan dibesarkan dari alam Tanah Papua,,masakah kita meninggalkan ini terjadi???
Jawaban ada di Tangan generasi Muda OAP,,Kamu dan Saya.. kita Papua..

#salam Lestari  Budaya Papua#


                                                                          




Selasa, 12 April 2016

7 Tips Menghadapi Krisis TT Bagi Mahasiswa di Rantauan



Istilah krisis TT (Tanggal Tua) tidak asing  lagi bagi kalangan pelajar atau mahasiswa yang sedang menuntut Ilmu  di dunia Rantauan. Krisis tanggal Tua  menjadi langganan bulanan bagi hampir sebagian besar mahasiswa  di dunia Rantauan. Apalagi bagi mereka yang hanya mengandalkan kiriman bulanan dari orang tua. Berikut ada 7 tips menghadapi krisis TT yang penulis ingin bagikan bagi pembaca:

1.  Prioritaskan Dahulu Hal yang Menjadi Kebutuhan Utama


Kebutuhan Manusia memang tidak pernah terasa tercukupi, walaupun kita menjadi orang terkaya di Dunia, Kebutuhan pasti selalu ada saja setiap saat. Apalagi bagi kalangan mahasiswa di dunia Rantauan, mulai dari tagihan kos, Tagihan Listrik, Biaya Laundry Pakaian, hingga biaya foto copy buku, print dan jilid tugas dan lain-lain, semua ini perlu mengeluarkan biaya. Maka biasakanlah mengutamakan apa yang menjadi kebutuhan dasar (Primer), Jangan pernah terpancing dengan diskon harga barang akhir tahun atau harga cuci gudang,terutama bagi mereka yang hobby belanja (shopping) apalagi dalam kondisi keuangan yang pas-pasan JJ

Biasakan diri, mengutamakan yang Prioritas  Terdahulu (skets


2.  Bertemanlah Dengan Sebanyak Mungkin Teman


Jangan hanya berteman karena sama-sama berasal dari satu daerah atau berteman karena sama hobby, tetapi  biasakan bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman dan dari berbagai latar belakang. Dengan mempunyai banyak teman, mungkin anda bisa meminta bantuan ketika kiriman bulanan anda terlambat atau bantuan tugas perkuliahan lainnya saat anda mengalami kesulitan.
Banyak terman juga membantu anda ketika anda hengkang dari bangku perkuliahan atau ketika anda membutuhkan link dalam dunia pekerjaan nanti. Karena Indonesia Itu Masih luas, maka bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman, karena dengan banyak teman anda akan merasakan manfaatnya nanti.


                                      Bertemanlah dengan Sebanyak mungkin Teman


3.  Belajarlah Berbagi dan Memberi

Kita tidak akan merasa kehilangan ketika memberi. Memberi adalah hal yang sangat baik di dengar, namun sangat sulit dilakukan. Bagi mahasiswa, memberi tidak hanya berupa uang, namun berbagi  sesama ketika kita punya apa yang dibutuhkan teman. Mungkin berbagi dengan membayarkan makan atau minum  ketika teman anda belum mendapat kiriman, mem-foto Copikan  Buku tugas atau yang lainnya. Ketika kita berbagi sesama, maka percayalah anda juga akan  diberi saat kesulitan nanti. Maka belajarlah berbagi dan menyisihkan ketika anda merasa memiliki lebih JJ


Belajarlah mencoba memberi dan berbagi



 4.   Biasakan Mempunyai Celengan Pribadi

Uang rece (uang logam) mungkin tidak berlguna lagi di sebagian  wilayah di Indonesia. Namun uang rece masih bisa dimanfaatkan, jika anda merantau di Pulau Jawa atau beberapa kota besar yang lain. Jangan biasakan uang logam berserakkan di kamar kosmu, di atas lemari pakaiannmu atau di bingkai jendela kosmu. Kumpulkanlah recehan itu dalam celengan kamarmu karena tanpa engkau sadari koin-koin dalam celengan ini akan anda butuhkan ketika  krisis tanggal tua tiba J J


Biasakan mempunyai Celengan Pribadi di kamar kosmu

5.  Bergabunglah di UKM/HMJ yang Ada di Kampusmu

Jangan pernah menjadi Mahasiswa D4P (Datang Duduk Diam Dengar dan Pulang) selama di anda berada di bangku perkuliahan. Biasakan bergaul dan partisispasi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh  UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di kampusmu, karena Himpunan atau UKM pasti mempunyai kegiatan-kegiatan yang bisa membantu anda, entah itu kegiatan Dies Natalis jurusanmu, Tasyukuran Wisudawan atau kegiatan lain yang diselenggaran himpunanmu. Dengan partisipasi dan keikutsertaan kegiatan tersebut, anda mungkin akan mendapat makanan atau bungkusan secara gratis yang tentunya akan menghemat uang makan sekali atau dua kali..JJ


                       Biasan diri Bergabung dengan UKM/HMJ di Kampusmu


6.  Jangan Pernah Membuang Botol/Kertas Bekas dari Kos atau Kontrakanmu

     Kertas atau Botol bekas mungkin tidak  di Pakai di tempat asalmu, namun berbedah dengan kota-kota besar di Jawa, Jakarta, atau beberapa kota lainnya di Indonesia, semua barang bekas bisa didaur ulang atau bisa dijadikan Uang. Maka cobalah mengumpulkan kertas bekas fotocopian tugas-tugas kampusmu, botol bekas air mineral  atau barang bekas lainnya, semua ini bisa anda timbang ketika anda membutuhkannya nanti. Ini mungkin akan membantu saat anda terkena infeksi TT.
Jangan pernah gengsi dan malu karena orang-orang hebat didunia juga pernah melakukan hal yang bodoh bagi banyak orang namun mereka sukses, so..jangan pernah gengsi dan malu mencoba melakukan ini. JJ


Biasakan jangan membuang barang  bekas dari kosmu


7.  Kerjakanlah yang Bisa dikerjakan Sendiri, Jangan Selalu mengeluarkan Biaya.

Cobalah mengerjakan sendiri hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan sendiri, misalnya; Mencuci Pakaian, Mencuci sepeda motor anda atau membuat sarapan pagi dll. Jika anda perlahan mencoba belajar untuk melakukan hal-hal ini, mungkin akan membantu menghemat pengeluaran bulanan anda. Maka cobalah kerjakan sendiri  hal-hal yang mungkin bisa dilrjakan sendiri, walaupun merasa kondisi keuangan anda cukup untuk membayar semua ini, namun apa salahnya jika mencoba untuk mengerjakannya  sendiri. JJ

      Itulah beberapa tips yang penulis bisa bagikan, semoga bermanfaat dan membantu sahabat rantauan ketika krisis tanggal tua menimpah  di dunia Rantaunmu.  Jangan selalu berfikir kehidupan di kota besar harus selalu dijalani dengan uang, ada beberapa hal yang bisa kita kerjakan sendiri tanpa mengeluarkan uang. Cobalah menghargai sepeser yang kamu miliki, karena kita belum tau seberapa tetesan keringat yang mereka cucurkan untuk mendapatkan sepeser tersebut.  
Salam Mahasiswa Rantauan JJ






Rabu, 06 April 2016



 7 Tips Menghadapi Krisis TT Bagi Mahasiswa di Rantauan
Istilah krisis TT (Tanggal Tua) tidak asing  lagi bagi kalangan pelajar atau mahasiswa yang sedang menuntut Ilmu  di dunia Rantauan. Krisis tanggal Tua  menjadi langganan bulanan bagi hampir sebagian besar mahasiswa  di dunia Rantauan. Apalagi bagi mereka yang hanya mengandalkan kiriman bulanan dari orang tua. Berikut ada 7 tips menghadapi krisis TT yang penulis ingin bagikan bagi pembaca:

1.    Prioritaskan Dahulu Hal yang Menjadi Kebutuhan Utama
Kebutuhan Manusia memang tidak pernah terasa tercukupi, walaupun kita menjadi orang terkaya di Dunia, Kebutuhan pasti selalu ada saja setiap saat. Apalagi bagi kalangan mahasiswa di dunia Rantauan, mulai dari tagihan kos, Tagihan Listrik, Biaya Laundry Pakaian, hingga biaya foto copy buku, print dan jilid tugas dan lain-lain, semua ini perlu mengeluarkan biaya. Maka biasakanlah mengutamakan apa yang menjadi kebutuhan dasar (Primer), Jangan pernah terpancing dengan diskon harga barang akhir tahun atau harga cuci gudang,terutama bagi mereka yang hobby belanja (shopping) apalagi dalam kondisi keuangan yang pas-pasan JJ







                    Biasakan diri, mengutamakan yang Prioritas  Terdahulu (skets)

2.    Bertemanlah Dengan Sebanyak Mungkin Teman

Jangan hanya berteman karena sama-sama berasal dari satu daerah atau berteman karena sama hobby, tetapi  biasakan bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman dan dari berbagai latar belakang. Dengan mempunyai banyak teman, mungkin anda bisa meminta bantuan ketika kiriman bulanan anda terlambat atau bantuan tugas perkuliahan lainnya saat anda mengalami kesulitan.
Banyak terman juga membantu anda ketika anda hengkang dari bangku perkuliahan atau ketika anda membutuhkan link dalam dunia pekerjaan nanti. Karena Indonesia Itu Masih luas, maka bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman, karena dengan banyak teman anda akan merasakan manfaatnya nanti.
                         Bertemanlah dengan Sebanyak mungkin Teman

3.     Belajarlah Berbagi dan Memberi
Kita tidak akan merasa kehilangan ketika memberi. Memberi adalah hal yang sangat baik di dengar, namun sangat sulit dilakukan. Bagi mahasiswa, memberi tidak hanya berupa uang, namun berbagi  sesama ketika kita punya apa yang dibutuhkan teman. Mungkin berbagi dengan membayarkan makan atau minum  ketika teman anda belum mendapat kiriman, mem-foto Copikan  Buku tugas atau yang lainnya. Ketika kita berbagi sesama, maka percayalah anda juga akan  diberi saat kesulitan nanti. Maka belajarlah berbagi dan menyisihkan ketika anda merasa memiliki lebih JJ



Belajarlah mencoba memberi dan berbagi

4.    Biasakan Mempunyai Celengan Pribadi
Uang rece (uang logam) mungkin tidak berlguna lagi di sebagian  wilayah di Indonesia. Namun uang rece masih bisa dimanfaatkan, jika anda merantau di Pulau Jawa atau beberapa kota besar yang lain. Jangan biasakan uang logam berserakkan di kamar kosmu, di atas lemari pakaiannmu atau di bingkai jendela kosmu. Kumpulkanlah recehan itu dalam celengan kamarmu karena tanpa engkau sadari koin-koin dalam celengan ini akan anda butuhkan ketika  krisis tanggal tua tiba J J






                   Biasakan mempunyai Celengan Pribadi di kamar kosmu
5.    Bergabunglah di UKM/HMJ yang Ada di Kampusmu
Jangan pernah menjadi Mahasiswa D4P (Datang Duduk Diam Dengar dan Pulang) selama di anda berada di bangku perkuliahan. Biasakan bergaul dan partisispasi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh  UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di kampusmu, karena Himpunan atau UKM pasti mempunyai kegiatan-kegiatan yang bisa membantu anda, entah itu kegiatan Dies Natalis jurusanmu, Tasyukuran Wisudawan atau kegiatan lain yang diselenggaran himpunanmu. Dengan partisipasi dan keikutsertaan kegiatan tersebut, anda mungkin akan mendapat makanan atau bungkusan secara gratis yang tentunya akan menghemat uang makan sekali atau dua kali..JJ






                  Biasan diri Bergabung dengan UKM/HMJ di Kampusmu

6.    Jangan Pernah Membuang Botol/Kertas Bekas dari Kos atau Kontrakanmu
     Kertas atau Botol bekas mungkin tidak  di Pakai di tempat asalmu, namun berbedah dengan kota-kota besar di Jawa, Jakarta, atau beberapa kota lainnya di Indonesia, semua barang bekas bisa didaur ulang atau bisa dijadikan Uang. Maka cobalah mengumpulkan kertas bekas fotocopian tugas-tugas kampusmu, botol bekas air mineral  atau barang bekas lainnya, semua ini bisa anda timbang ketika anda membutuhkannya nanti. Ini mungkin akan membantu saat anda terkena infeksi TT.
Jangan pernah gengsi dan malu karena orang-orang hebat didunia juga pernah melakukan hal yang bodoh bagi banyak orang namun mereka sukses, so..jangan pernah gengsi dan malu mencoba melakukan ini. JJ









Biasakan jangan membuang barang  bekas dari kosmu.

7.    Kerjakanlah yang Bisa dikerjakan Sendiri, Jangan Selalu mengeluarkan Biaya.
Cobalah mengerjakan sendiri hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan sendiri, misalnya; Mencuci Pakaian, Mencuci sepeda motor anda atau membuat sarapan pagi dll. Jika anda perlahan mencoba belajar untuk melakukan hal-hal ini, mungkin akan membantu menghemat pengeluaran bulanan anda. Maka cobalah kerjakan sendiri  hal-hal yang mungkin bisa dilrjakan sendiri, walaupun merasa kondisi keuangan anda cukup untuk membayar semua ini, namun apa salahnya jika mencoba untuk mengerjakannya  sendiri. JJ
Itulah beberapa tips yang penulis bisa bagikan, semoga bermanfaat dan  membantu sahabat rantauan ketika krisis tanggal tua menimpah  di dunia Rantaunmu.  Jangan selalu berfikir kehidupan di kota besar harus selalu dijalani dengan uang, ada beberapa hal yang bisa kita kerjakan sendiri tanpa mengeluarkan uang. Cobalah menghargai sepeser yang kamu miliki, karena kita belum tau seberapa tetesan keringat yang mereka cucurkan untuk mendapatkan sepeser tersebut.  Salam Mahasiswa Rantauan JJ

oleh: Neson Elabi

Selasa, 12 Januari 2016

Berada Jauh Dari Sanak Saudara, Anak-Anak Ini Tetap Menyalin Silahturami Di Rantauan



MALANG..Wakkawok kunume, Natal Tahun Baru bersama sanak keluarga di kampung halaman adalah harapan dan impian semua anak-anak, namun apa kata yang bisa diucapkan  bagi mereka yang sanak saudaranya berada di belahan samudera atau Pulau  lain, hal inilah yang dialami oleh anak-anak sekolah yang berada di kota Apel, Malang.
Namun hal ini tidak menyurutkan niat anak-anak yang sudah 5 Tahun Merantau di negeri orang ini, untuk menggelar upacara barapen dalam rangka silahturami natal 2015, bersama teman-teman mereka yang lainya.

“kami sudah bertahun-tahun tidak pernah natal bersama orang tua dan sanak saudara , sejak kami sekolah disini dari tahun 2010, tapi kami percaya bahwa  orang tua dan sanak saudara selalu mendoakan yang terbaik buat kami disini, di hari natal ini ” kata Abenus Telenggen, salah seorang pelajar  saat di temui Penulis di lokasi Barapen pada desember 2015 Lalu.
“ Acara barapen ini kami buat sebagai silahturami natal bersama teman-teman kami yang datang dari kota Batu. Selain itu upacara Barapen adalah kebudayaan kami sendiri maka kita harus lestarikan walaupun kita berada jauh dari daerah Kami ”  kata laki-laki yang akrab disapah Abe.

 
 Foto saat Anak-anak Bakar Batu (Foto by Ilpit W)
 
Silahturami dan kumpul keluarga menjadi salah satu moment yang tidak terlupakan, apalagi bagi meraka yang merantau di Negeri Orang selama bertahun-tahun, silahturami dan kumpul keluarga menjadi salah satu moment berharga, karena saat berkumpul bersama, kita tersasa berada di Pangkuan di tanah Ibu pertiwi (NE/Wakkawok)