Sekilas Tentang Kata
“Wakkaawok ”
Wakkaawok berasal dari salah
satu kata keterangan Jamak
dalam bahasa Dani (Lani Wone). Kata
Wakkawok terdiri dari dua kata yaitu,
kata “Wakka” yang artinya saya mencoba
( Try, igg), dan kata “ Awok” atau “ Abok/
Apit” yang artinya Semua. Maka,
Wakkaawok berarti kita semua mencoba.
bukan semua kita mencoba. Artinya bahwa
kita semua mencoba untuk belajar yang
orang lain bisa. kenapa orang lain pintar,
kita tidak, kenapa orang lain bisa main
gitar, piano, dll, sedangkan kita tidak,
kenapa orang lain bisa memimpin
daerahnya sendiri, sedangkan kita tidak,
kenapa orang lain bisa melakukan banyak
hal, sedangkan kita tidak? Semua
pertanyaan ini muncul dalam benak Penulis
di tanah rantauan. Maka tidak ada
salahnya jika kita semua mencoba untuk
belajar semua hal yang kita bisa, selama
kita berada di tanah rantauan ini, karena
ada pepatah yang mengatatakan:
“Setinggi-tingginya Bangau terbang, pasti
hinggapnya di kekubangan.
Kemanapun seseorang pergi merantau,
pasti akan kembali ke tanah asalnya”
Seseorang akan mengatakan “saya
tidak tau atau tidak bisa melakukan ini
dan itu karena sebelumnya ia belum
pernah mencoba untuk melakukakannya.
Maka tidak ada salahnya jika kita
mencoba untuk mengejar impian yang ada
di benak kita.
Dari kata wakkaawok inilah, penulis
dan kawan – kawan menjadikannya sebagai
sebuah nama yaitu
“ Wakkaawok Kunume”
“Wakkaawok ”
Wakkaawok berasal dari salah
satu kata keterangan Jamak
dalam bahasa Dani (Lani Wone). Kata
Wakkawok terdiri dari dua kata yaitu,
kata “Wakka” yang artinya saya mencoba
( Try, igg), dan kata “ Awok” atau “ Abok/
Apit” yang artinya Semua. Maka,
Wakkaawok berarti kita semua mencoba.
bukan semua kita mencoba. Artinya bahwa
kita semua mencoba untuk belajar yang
orang lain bisa. kenapa orang lain pintar,
kita tidak, kenapa orang lain bisa main
gitar, piano, dll, sedangkan kita tidak,
kenapa orang lain bisa memimpin
daerahnya sendiri, sedangkan kita tidak,
kenapa orang lain bisa melakukan banyak
hal, sedangkan kita tidak? Semua
pertanyaan ini muncul dalam benak Penulis
di tanah rantauan. Maka tidak ada
salahnya jika kita semua mencoba untuk
belajar semua hal yang kita bisa, selama
kita berada di tanah rantauan ini, karena
ada pepatah yang mengatatakan:
“Setinggi-tingginya Bangau terbang, pasti
hinggapnya di kekubangan.
Kemanapun seseorang pergi merantau,
pasti akan kembali ke tanah asalnya”
Seseorang akan mengatakan “saya
tidak tau atau tidak bisa melakukan ini
dan itu karena sebelumnya ia belum
pernah mencoba untuk melakukakannya.
Maka tidak ada salahnya jika kita
mencoba untuk mengejar impian yang ada
di benak kita.
Dari kata wakkaawok inilah, penulis
dan kawan – kawan menjadikannya sebagai
sebuah nama yaitu
“ Wakkaawok Kunume”
















